Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan

Bike Sharing

Pembangunan sarana jalur sepeda dan bike sharing bertujuan untuk mengembalikan budaya bersepeda pada masyarakat kota Bandung. dengan demikian, sistem transportasi hijau (green transport) yang terpadu dengan pembangunan kota berdesain TOD akan segera terwujud.

Rencana pengembangan dua jalur sepeda dengan rute yang ditempuh:

  1. Rute : Jl. BKR–Jl. Laswi–Jl. Pelajar pejuang 45–Jl. Maratadinata–Jl. Taman Pramuka–Jl. Cendana–Jl. Supratman–Jl. Diponegoro.
  2. Rute : Jl. Diponegoro–Jl. Trunojoyo–Jl. Ir. H. Juand–Jl. Perintis Kemerdekaan–Jl. Wastukencana–Jl. Aceh-Jl. Banda–Jl Cimandiri.

Selain pembangunan jalur sepeda, program lain yang juga dikembangkan adalah bike sharing. Program bike sharing adalah penyediaan sepeda sebagai alat transportasi murah di dalam kota yang juga menjadi feeder warga ke tempat transportasi publik lainnya.

PROGRAM UNGGULAN LAINNYA

LRT


Transportasi LRT dirancang untuk mengatasi kemacetan lalu lintas kota Bandung yang terus bertambah dari hari ke hari. Keberadaan monorel diharap akan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor oleh masyarakat di ruas-ruas jalan sehingga mengurangi kepadatan lalu lintas.

ERP


Tujuan dari adanya Electronic Road Pricing adalah peningkatan kinerja lalu lintas dan peningkatan pelayanan angkutan umum. Hal ini dapat diartikan pengenaan retribusi akan mengurangi lalu lintas pada suatu koridor sehingga pada akhirnya akan memperlancar kinerja lalu lintas.

BIKE SHARING


Pembangunan bike sharing ini adalah salah satu upaya pemerintah kota Bandung untuk mengurangi tingkat volume kendaraan bermotor yang tinggi pemerintah kota Bandung juga bertujuan untuk mengembalikan budaya bersepada pada masyarakat kota Bandung.

“Kota yang baik bukanlah kota dimana orang kecil berpergian dengan mobil, melainkan kota tempat orang kaya menggunakan transportasi umum."